Penasaran Apa Saja Penyebab Trypophobia? Ini Dia Jawabannya

Trypophobia merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami ketakutan ataupun keengganan pada kelompok-kelompok lubang kecil atau berongga. Kondisi ini dipicu saat seseorang melihat pola lubang kecil yang bergerombol secara nyata atau visual. Bahkan, terdapat gejalanya sendiri, seperti rasa takut, jijik, dan kecemasan. Lalu, mengapa hal itu bisa dialami? Ternyata, inilah penyebab trypophobia beserta penjelasan lengkapnya.

  1. Evolusi Manusia

Setiap gejala fobia pasti ada penyebabnya. Rasa takut berlebihan terhadap sesuatu ini pasti ada penjelasannya. Seperti halnya fobia terhadap kumpulan lubang kecil atau berongga yang memang bisa disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah evolusi manusia.

Dilansir dari doktersehat.com, salah satu teori paling populer menyatakan bahwa trypophobia merupakan suatu respons evolusioner manusia terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penyakit atau bahaya. Contoh kasusnya adalah adanya persoalan pada kulit, munculnya parasit, serta kondisi tertentu karena infeksi yang ditandai dengan lubang atau benjolan.

Hal itulah yang menunjukkan bahwa trypophobia mempunyai dasar evolusi. Tak hanya itu, kecenderungan pengidapnya juga konsisten di mana muncul rasa takut saat melihat objek dengan banyak lubang atau benjolan.

  1. Ingatan Terkait Hewan Berbahaya

Penyebab trypophobia berikutnya adalah adanya ingatan tentang hewan berbahaya. Teori lain mengungkapkan bahwa kumpulan lubang pada sebuah area mempunyai penampilan yang hampir sama dengan pola kulit beberapa hewan berbisa. Pengidap fobia merasa takut dengan pola-pola ini karena mempunyai gambaran mengenai hewan berbahaya yang sebenarnya tidak disadari.

Dalam kasus nyatanya, pengidap fobia yang punya keterkaitan dengan teori ini memang menjadi takut atau jijik ketika melihat sarang lebah. Sebagai contoh, sarang lebah yang dilihatnya menjadi membuatnya sangat jijik dan takut atau merinding karena dikaitkan seolah-olah melihat visualisasi dari hewan berbahaya yang mempunyai karakteristik visual dasar yang sama.

  1. Ingatan Terkait Penyakit Menular

Terdapat sebuah studi yang mengungkapkan bahwa penyebab trypophobia juga bisa berupa ingatan tentang penyakit menular. Para pengidap fobia dengan karakter ini cenderung mengaitkan antara visual kumpulan lubang atau rongga dengan penyakit yang ditularkan lewat kulit. Bahkan, mereka cenderung merasa gatal saat melihat kumpulan lubang tersebut.

Jijik ataupun takut dengan ancaman potensial merupakan respons evolusioner yang adaptif. Dalam sebagian besar kasus, perasaan ini dapat membantu menjaga Anda tetap aman dari suatu ancaman atau bahaya. Inilah mengapa respons tubuh yang sudah takut akan sesuatu bisa berguna.

  1. Respons terhadap Karakter Visual

Meski terdapat karakteristik trypophobia yang mengarah pada hewan yang berbahaya, namun ada juga ketidaknyamanan yang dirasakan karena adanya karakteristik visual dari pola tersebut. Penelitian inilah yang kemudian mempertanyakan apakah penyakit trypophobia masuk dalam fobia atau tidak. Apakah hal ini hanya merupakan respons alami tubuh terhadap rangsangan visual.

  1. Mempunyai Masalah Mental

Penyebab trypophobia berikutnya adalah masalah mental. Ada di antara pengidapnya yang dinyatakan mempunyai gangguan mental berupa gejala kecemasan dan depresi. Kondisi tersebut dipicu oleh trauma atau ketakutan berlebih pada kondisi tertentu atau visualisasi dari kumpulan lubang atau rongga. Untuk menanganinya, diperlukan terapi khusus yang intensif.

Berbagai penyebab trypophobia di atas merupakan hasil dari pengamatan dan penelitian para ahli. Para psikolog juga mengamati penyebab dari pasiennya yang menjalani terapi penyembuhan. Dalam penanganannya, seseorang yang mengidap trypophobia bisa lebih cepat sembuh ketika mengetahui penyebab pastinya. Dengan demikian, cara mengatasinya jadi lebih mudah.

 

Sumber artikel:

doktersehat.com

www.honestdocs.id

www.halodoc.com

 

Sumber gambar:

herumindset.com

news.trubus.id

 

Read More